MISA PENERIMAAN SEMINARIS BARU TAHUN AJARAN 2020/2021

Pada hari Senin, 3 Agustus 2020 pukul 17.00 WIB, Seminari Menengah Cadas Hikmat kembali menggelar Misa Penerimaan seminaris baru, meskipun di tengah-tengah pandemi Covid-19. Misa penerimaan ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bandung RD. Yustinus Hilman Pujiatmoko yang didampingi oleh Rektor Seminari Cadas Hikmat RP. Petrus Suparman, OSC beserta RD. Aloysius Wahyu Endro Suseno selaku prefek studi sebagai konselebran. Delapan seminaris baru menerima kalung salib SMCH sebagai identitas dan eksistensi para Seminaris yang sedang menjalani masa formasi. Para seminaris bertanggung jawab untuk menjadi kalung salib tersebut dan menjadikannya sebagai “nyawa kedua” yang harus dijaga. Di samping itu, kalung yang dikenakan oleh para seminaris menjadi salah satu tanda dan pengingat untuk senantiasa mewartakan Kristus di mana pun dan kapan pun mereka berada.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara penerimaan seminaris baru diadakan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19 dengan hanya dihadiri oleh para keluarga seminari dan para guru, tanpa kehadiran orang tua mereka. Meskipun tanpa kehadiran para orang tua, para seminaris tetap merasakan kehadiran keluarga di dalam diri rekan dan keluarga seminari. Di dalam homili Pst. Hilman, Pr, beliau meyakinkan bahwa setiap orang pasti memiliki panggilan dalam hidupnya. Namun, di dalam perjalanan tersebut Allah menganugerahkan kehendak bebas kepada manusia untuk menanggapi panggilan-Nya. Selain itu, beliau pu mengajak para seminaris untuk mampu membangun solidaritas untuk saling membangun satu dengan yang lain di dalam solidaritas positif bukan negatif. Di dalam misa penerimaan ini pula, para seminari kelas XI menerima pin SMCH sebagai tanda kedewasaan dan kesiapan menjadi seorang “kakak” yang mendampingi dan berjalan bersama dalam perjalanan hidup formasi di seminari. Kehadiran 8 seminaris baru ini menambah jumlah seminaris menjadi 29 orang. Acara penerimaan seminaris baru diakhiri dengan acara ramah tama yang diselingi dengan beberapa tembang lagu dari para seminaris.