MISA PENERIMAAN SISWA BARU 2017/2018

“Kacang tidak lupa pada kulitnya”. Peribahasa tersebut diungkapkan oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC -Uskup Bandung -saat Misa Penerimaan para Seminaris baru angkatan 2017/2018. Dalam misa tersebut Mgr. Anton hendak menekankan bahwasanya para Siswa Seminaris jangan pernah melupakan asal-usulnya; tidak pernah melupakan keluarganya serta selalu mau mendoakan keluarganya.

Kecenderungan betapa mudahnya orang melupakan asal-usulnya terjadi jika seseorang telah meningkat status sosialnya. Peningkatan status sosial tidak melulu diukur oleh berlimpahnya harta, namun bisa juga terjadi karena jabatan tertentu, seperti jabatan imam. Menjadi seorang seminaris pun telah mengubah status sosial seseorang. Mengapa?

Tidak setiap orang memiliki kesempatan menjadi seminaris. Proses penerimaan yang ketat menunjukkan betapa para Seminaris adalah pribadi-pribadi terpilih. Ketika sudah masuk seminari, seorang seminaris mendapatkan pelbagai fasilitas yang – bisa jadi- tidak didapatkan di rumah. Dulu, sebelum masuk seminari, sulit untuk mendekati pejabat Gereja, seperti imam atau Uskup. Sekarang, para imam dan bahkan Uskup yang mendekati para Seminaris.

Oleh karenanya, hendaknya para Seminaris yang pada hari ini akan diterima secara resmi yang ditandai dengan pengalungan Salib, hendaknya tidak pernah melupakan asal usulnya, akar keluarganya. Doakanlah senantiasa keluarga kita.

Aktivitas Mencerminkan Identitas
Dalam kata sambutannya Rektor Seminari Cadas Hikmat, Pastor Dany Sanusi, OSC mengingatkan kepada para Seminaris bahwa mulai saat ini seluruh aktivitas mereka hendaknya mencerminkan identitas mereka sebagai seminaris. Misalnya, saat naik sepeda: hendaknya para Seminaris tidak ugal-ugalan di jalan, tetapi lebih menunjukkan kesopanan. Hal terpenting dari aktivitas yang mencerminkan identitas tersebut adalah soal kepekaan. Para seminaris hendaknya berlomba untuk menjadi juara dalam hal kepekaan.

Selain orangtua para Seminaris baru, misa penerimaan ini juga dihadiri oleh guru-guru les para seminaris. Semoga para Seminaris cepat adjusting sehingga dapat menjadi juara dalam hal kepekaan. Selamat.